Experiment untuk 2012

Standar


Apa jadinya jika malam pergantian tahun dirayakan di tempat yang berbeda??

Berbeda?? Ya, berbeda.. Karena mungkin perayaan tahun baru di kota, bagi sebagian orang sudah tidak aneh lagi. Bermacet-macetan di jalan raya menuju pusat kota, untuk sekedar menyaksikan pesta kembang api dan tiup terompet, atau sekedar berkendara mengelilingi kota sambil menyaringkan suara terompet masing-masing?? Huhh.. memang sedikit membosankan.. belum lagi ditambah dengan polusi udara dari kepulan asap kendaraan yang menyesakkan yang memang serentak memadati jalanan.

Jika hal tersebut sudah menjadi suatu kejenuhan, tempat yang jauh dari kebisingan kota adalah tempat yang seharusnya dipilih untuk merayakan datangnya hari baru, bulan baru, tahun baru, dan harapan baru ini. Mungkin hanya untuk sekedar merasakan sensasi yang berbeda dari biasanya.

Gunung misalnya.. seperti yang dilakukan oleh sekelompok Mahasiswa dari kota Bandung, yang lebih memilih untuk menghabiskan malam terakhir di tahun 2011 ini dengan berkemah di gunung. Sebuah gunung yang letaknya masih di sekitaran kota Bandung, tidak terlalu jauh memang, namun cukup membeli rasa kebosanan mereka dengan perayaan di kota. Sebuah perencanaan perayaan tahun baru pun matang di tangan mereka.

Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang. Sebuah bumi perkemahan di Ciwidey, Kab. Bandung, Jawa Barat ini lah yang menjadi tempat pendaratan para Mahasiswa ‘ngeyel’ ini. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang keberadaan bumi perkemahan ini, karena memang bumi perkemahan ini tidak atau mungkin belum ‘di-komersil-kan’. Meski begitu, tempat ini adalah bumi perkemahan Terbaik di Jawa Barat. Dan itulah salah satu alasan mereka memilih tempat ini untuk bermalam tahun baruan, selain karena tempatnya yang masih sangat asri, alami, bersih, jauh dari pemukiman, dan yang terpenting adalah Gratisss.. hehe.. Ya, memang sangat berbeda dengan bumi perkemahan lain yang sudah sulit  disebuat ‘alam’ lagi, karena terlalu padat pengunjung, banyak warung disekitarnya, dan banyak warga sekitar. Bukan camping namanya kalau tidak menderita. Hehe..

Cukup unik memang yang mereka lakukan, dan sangat diluar dari kebiasaan perayaan di kota. Api unggun tentunya menjadi hal penting pengganti kembang api. Sambil menghabiskan detik-detik terakhir, butir demi butir jagung bakar pun habis disantap sambil mengelilingi api unggun yang hangat.

Dan satu lagi yang membuat perayaan tahun baru ini berbeda adalah penyambutannya. Penyambutan yang biasanya dilakukan dengan meniupkan terompet sekencang-kencangnya, mereka gantikan dengan berteriak selantang-lantangnya. DUA RIBU DUA BELAAAASS!! Itulah yang mereka teriakan bersamaan, dan bergantian meneriakan doa, dan harapan mereka di tahun yang baru ini, sambil masih berkumpul mengelilingi api unggun yang berkobar cantik, kepala menengadah ke atas memandangi hamparan langit luas bertabur bintang.

Sekali merengkuh Dayung, dua, tiga pulau terlampaui. Peribahasa tersebut memang sangat cocok disandingkan dengan pengalaman mereka kali ini. Perayaan tahun baru yang berbeda, refreshing, liburan, mendekatkan diri dengan alam dan pengalaman baru mereka dapatkan semuanya. Sebuah pengalaman seru yang penuh dengan kata ‘Experiment’, karena banyak percobaan hal baru yang mereka lakukan disana.

***

            Malam pergantian tahun sering diidentikan dengan kata ‘resolusi’ alias pengharapan atau hal yang harus tercapai di tahun yang baru, namun ada satu hal yang sering kita lupakan yaitu mengucapkan atau mengekspresikan rasa syukur atas apa yang telah kita lalui dan yang kita dapatkan di tahun sebelumnya. Maka jangan lupakan hal yang satu ini, kita tinggalkan tahun yang lalu dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik di tahun baru ini. (Irfan)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s