Mushola Sempit, Dzikir Irit

Standar


Mayoritas dari penghuni atau warga kampus Universutas BSI Bandung sperti, Mahasiswa, Dosen dsb adalah Muslim, dan sudah barang tentu sudah menjadi kewajiban seorang Muslim untuk menjalankan Sholat 5 waktu. Dari itu dibutuhkanlah sebuah fasilitas kampus untuk menunjang aktivitas para Mahasiswa tersebut, Mushola misalnya.

Di lingkungan kampus UBSI Bandung ini pun  jelas disediakan sebuah Mushola sebagai sarana para Mahasiswa atau pun Dosen untuk beribadah, namun sejauh apakah kebutuhan Mahasiswa tersebut? Tentunya para Mahasiswa pun tidak akan selalu berada di dalam Mushola tersbut, akan tetapi yang terjadi adalah penumpukan dan sebuah antrean pada saat memasuki waktu Sholat, dan ini dikarenakan Mushola yang disediakan sangat terbatas ruangnya.

Dengan memanfaatkan sebuah ruang yang tidak terpakai di pojokan lantai 3 gedung perkuliahan UBSI ini terciptalah sebuah Mushola yang sangat minimalis. Memang jika dilihat dari segi fungsinya, tempat yang satu ini dapat dikatakan cukup, namun bagaimana cara menciptakan sebuah ke-khusuk-an dalam beribadah?? Jika tempat berukuran 2.5 m persegi ini penuh sesak dan berdampingan langsung antara pria dan wanita, ditambah dengan Mahasiswa lainnya yang mengantre menunggu giliran menimbulkan kegaduhan di sisi luar Mushola yang terbuka.

Selain itu letak tempat ber-Wudhu yang berada beberapa meter dari Mushola menjadikan satu lagi ketidaknyamanan dalam beribadah. Mahasiswa yang selesai ber-Wudhu akan berjalan dengan menjingjitkan kaki ke tempat mereka melaksanakan Sholat tersebut. Apakah lantai yang mereka injak itu terjamin kesuciannya?? Tentunya hal sekecil itu pun dapat menimbulkan sebuah ketidaknyamanan pada diri para Mahasiswa tersebut.

Terjadinya penumpukan di Mushola, tidak jarang pula membuat sebagian Mahasiswa lainnya lebih memilih untuk beribadah di Mesjid luar kampus. Hal ini tentunya cukup memakan banyak waktu yang ditempuh menuju mesjid tersebut, sementara waktu yang disediakan tidaklah cukup banyak.

***

Segala bentuk fasilitas yang disediakan kampus tentunya selalu diinginkan yang terbaik bagi para Mahasiswanya, Dan apabila ada sedikit kekurangan mungkin ini hanya bersifat sementara dan pasti akan dikembangkan, karena siapapun  selalu mendambakan kemajuan. Lalu apa yang harus dilakukan oleh para Mahasiswa?? Mungkin dalam hal ini selain memberikan saran dan kritik bagi Universitas tempat mereka beraktivitas dan berkarya, Mahasiswa juga  hanya harus menikmati apa yang sudah diberikan oleh pihak kampus. (Irfan) ***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s