Hak Bebas Pilih

Standar

Senin, 12 Desember 2011

 Biarkanlah anak memilih jurusan yang dia suka sehingga mendapatkan hasil yang optimal, daripada  memilih jurusan yang di inginkan oleh orang tua tetapi tidak mendapat hasil apa-apa.

Tidak seperti masa SMA yang hanya menyediakan beberapa jurusan bagi siswa seperti IPS, IPA, dan Bahasa, di sebuah Universitas lebih banyak menyediakan beragam jurusan yang bisa dipilih oleh Mahasiswa. Namun apalah arti banyak jurusan yang bisa dipilih sesuai bakat dan potensi bila masih ada mahasiswa yang memilih jurusan karena dipaksa oleh orang tua.

Sejatinya, orang tua hanya boleh mengarahkan anak untuk berjalan sesuai bakatnya dan tidak mencampuri urusan anak dalam memilih jurusan. Sebagai contoh, ada anak yang dituntut mengambil fakultas kedokteran karena semua keluarga adalah dokter, padahal minat dan bakat sang anak adalah music. Apa yang terjadi selanjutnya?

Paksaan akan membuat si anak memberontak dan lebih parah lagi anak akan menyakiti dirinya sendiri karena frustasi oleh tekanan orang tua. Biarkanlah anak berjalan menurut apa yang dia kehendaki tapi didiklah anak untuk bisa bertanggung jawab. Sehingga pendidikan apapun yang dipilih oleh anak menjadi masa depan yang cerah dan indah untuknya.

Mengatur pendidikan anak bukanlah wewenang dari orang tua. Karena apa yang dirasakan anak belum tentu sama dengan apa yang dirasakan oleh orang tua. sehingga tidaklah baik bagi kepribadian anak bila terus tertekan oleh kehendak orang tua.

Stop tindakan otoriter pendidikan buat anak dan berikan hak bebas memilih kepada anak!

-Sintia Fransisca Tarigan-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s